Alat Penangkap Abu PG Panji Bergerak Optimal, Warga: Tolato yang Tersebar Sudah Berkurang

Alat Penangkap Abu PG Panji Bergerak Optimal, Warga: Tolato yang Tersebar Sudah Berkurang

SITUBONDO – Alat penangkapan abu hasil pembakaran di Pabrik Gula (PG) Panji, wet dust collector, bergerak optimal dalam menekan potensi penyebaran tolato ke lingkungan sekitar. Perangkat tersebut mampu menangkap sekitar 40 ton abu dalam 24 jam. Penanganan abu kering melalui penyiraman juga terus dilakukan untuk mencegah debu beterbangan ke permukiman warga.

Manajer Teknik PG Panji Bahtiar Yudistira mengatakan, wet dust collector merupakan perangkat yang berfungsi menangkap abu hasil pembakaran ketel melalui sistem semprotan air. Abu yang tertangkap kemudian dialirkan menuju bak pengendap sebelum diangkut ke tempat penampungan.

"Ini adalah alat penangkap abu hasil pembakaran ketel, wet dust collector, yang di dalamnya ada spray air untuk menangkap abu dan air," ujar Bahtiar, Sabtu (8/8/2026).

Menurut dia, perangkat pengendali emisi tersebut beroperasi setiap hari. Tenaga mekanik ketel juga melakukan pemeriksaan secara rutin untuk memastikan alat bekerja dengan baik selama proses produksi berlangsung.

"Dari tangkapan abu tadi dialirkan ke bak pengendap kami, di mana 40 ton abu dalam 24 jam dan setiap hari berhasil diangkut dan dibuang ke tempat penampungan kami," katanya.

Bahtiar menambahkan, kondisi tolato di sekitar PG Panji saat ini juga jauh lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pengoperasian alat penangkap abu dan langkah penanganan lainnya dinilai turut menekan sebaran debu ke lingkungan sekitar.

"Kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tolato saat ini jauh lebih berkurang," ujar Bahtiar.

Selain itu, lanjut Bahtiar, untuk mengantisipasi penyebaran debu PG Panji juga melakukan penyiraman secara rutin di area penampungan abu. Pembasahan dilakukan agar material yang mengering kembali lembap sehingga tidak mudah beterbangan ke rumah warga sekitar pabrik.

Upaya tersebut mulai dirasakan warga. Ahmad, salah seorang warga sekitar PG Panji, mengatakan sebaran tolato di lingkungan tempat tinggalnya kini mulai berkurang.

"Saat ini tolato yang tersebar sudah berkurang. Kami berharap penanganan seperti mengoptimalkan alat penangkap debu dan penyiraman ini terus dilakukan agar debu tidak menyebar ke permukiman warga," ujar Ahmad.

Ahmad dan warga lainnya berharap langkah pengendalian dilakukan secara konsisten, terutama ketika cuaca panas dan angin bertiup kencang. Dengan demikian, aktivitas produksi PG Panji tetap berjalan tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.[]

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index