Ali Badrudin Targetkan KKN Berdampak Nyata, Bupati Situbondo Instruksikan 77 Desa Fasilitasi Mahasiswa

Ali Badrudin Targetkan KKN Berdampak Nyata, Bupati Situbondo Instruksikan 77 Desa Fasilitasi Mahasiswa

SITUBONDO – Sebanyak 947 mahasiswa dari 10 perguruan tinggi di kawasan Tapal Kuda resmi diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif II di Kabupaten Situbondo. Selama 35 hari ke depan, mereka akan mengabdi di 77 desa yang tersebar di 17 kecamatan di Situbondo. 

Koordinator KKN Kolaboratif Situbondo, Ali Badrudin, mengatakan KKN Kolaboratif merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi dengan Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di tingkat desa.

"KKN Kolaborasi yang kedua ini diikuti oleh 10 perguruan tinggi yang ada di Tapal Kuda dengan jumlah 947 mahasiswa. Mereka akan didistribusikan ke 17 kecamatan dan 77 desa untuk melaksanakan pengabdian selama 35 hari," kata Ali pada Selasa (14/7/2026).

Sepuluh perguruan tinggi yang terlibat meliputi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo, STKIP PGRI Situbondo, Universitas dr. Soebandi, Politeknik Negeri Jember, Universitas Setia Budi, Universitas PGRI Jember, UIN KHAS Jember, Poltekkes Kemenkes Jember, serta Universitas Jember.

Ali menjelaskan, program kerja mahasiswa akan difokuskan pada verifikasi dan validasi data masyarakat desil 1 dan desil 2 sebagai bagian dari upaya penyempurnaan data kemiskinan, sekaligus mendukung program unggulan Bupati Situbondo, Desa Naik Kelas.

Menurut dosen dari Universitas Jember ini, keberhasilan KKN Kolaboratif bergantung pada sinergi seluruh pihak, tidak hanya perguruan tinggi, tetapi juga pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa.

"Kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat. Walaupun hanya berlangsung 35 hari, kami ingin KKN ini memberikan dampak nyata dan menjadi pondasi bagi keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Situbondo," imbuh Ali.

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo meminta seluruh camat dan kepala desa memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa selama menjalankan pengabdian di desa.

"Saya minta camat mengoordinasikan kepala desa di 77 desa agar membantu dan memfasilitasi kebutuhan adik-adik mahasiswa. Tidak boleh ada yang ditolak dan tidak boleh ada yang dipersulit," tegas bupati yang akrab disapa Mas Rio itu.

Mas Rio juga menilai kehadiran mahasiswa juga menjadi momentum untuk membantu pemerintah memperbaiki akurasi data kemiskinan ekstrem melalui kegiatan verifikasi dan validasi di lapangan.

"Data kemiskinan kita masih perlu disempurnakan. Kehadiran mahasiswa dapat dikolaborasikan dengan proses pendataan yang sedang berlangsung sehingga hasilnya semakin akurat," katanya.

Mas Rio menegaskan Pemerintah Kabupaten Situbondo memberikan 'karpet merah' bagi seluruh peserta KKN. Mahasiswa dipersilakan memanfaatkan fasilitas pemerintah desa, berkoordinasi dengan camat maupun kepala desa, bahkan menghubungi bupati secara langsung apabila menemui kendala di lapangan.

Di akhir arahannya, Bupati mengingatkan agar mahasiswa tidak terjebak pada banyaknya kegiatan, melainkan fokus menyelesaikan persoalan paling mendesak di setiap desa.

"Diagnosis dulu masalahnya, lalu selesaikan. Lebih baik satu persoalan benar-benar tuntas daripada banyak kegiatan tetapi tidak memberikan hasil yang nyata," tandasnya.

Kegiatan ini dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta 947 mahasiswa yang berasal dari 10 perguruan tinggi peserta KKN Kolaboratif.[]

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index