GENTENG — Penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) semakin berkembang di kalangan pelaku usaha di wilayah Genteng, Banyuwangi. Hingga 29 Agustus 2026, BRI Branch Office (BO) Genteng mencatat sebanyak 3.483 merchant QRIS telah menggunakan layanan pembayaran digital tersebut.
Pimpinan Cabang BRI BO Genteng, Grasiano Pandu Setiawan, mengatakan pertumbuhan jumlah merchant menunjukkan semakin banyak pelaku usaha yang mulai beradaptasi dengan perubahan pola transaksi masyarakat.
“QRIS memberikan pilihan pembayaran yang praktis bagi pelaku usaha maupun pelanggan. Transaksi bisa dilakukan tanpa harus menyiapkan uang tunai,” kata Grasiano, Rabu (30/9/2026).
Menurut dia, penggunaan QRIS juga menjadi bagian dari upaya mendorong digitalisasi transaksi di sektor usaha, termasuk pelaku UMKM yang menjadi merchant BRI.
“Harapannya semakin banyak merchant yang memanfaatkan layanan digital sehingga aktivitas usaha mereka bisa lebih mudah dan mengikuti kebutuhan konsumen saat ini,” tambahnya.
Sementara itu salah satu merchant di wilayah Genteng yang memanfaatkan QRIS adalah Toko Alphabet, usaha alat tulis kantor (ATK) milik Cyntia. Dalam aktivitas usahanya, QRIS digunakan sebagai salah satu pilihan pembayaran bagi pelanggan.
Cyntia mengatakan keberadaan QRIS memudahkan transaksi, terutama ketika pelanggan tidak membawa uang tunai.
“Pelanggan jadi punya pilihan pembayaran. Kalau tidak membawa uang tunai, bisa langsung menggunakan QRIS,” kata Cyntia.
Penggunaan pembayaran digital tersebut juga cukup aktif di Toko Alphabet. Volume transaksi melalui QRIS tercatat sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta per bulan.
“Transaksi melalui QRIS cukup membantu karena pembayaran menjadi lebih praktis dan pelanggan juga semakin terbiasa dengan pembayaran digital,” ujarnya.
Data tersebut menjadi gambaran bahwa QRIS tidak hanya digunakan oleh usaha skala besar, tetapi juga telah menjadi bagian dari aktivitas transaksi pelaku usaha sehari-hari di tingkat lokal.
Dengan 3.483 merchant QRIS per 29 Agustus 2026, BRI BO Genteng terus mendorong perluasan ekosistem pembayaran digital agar semakin banyak pelaku usaha dapat memanfaatkan transaksi nontunai.[]