Lewat Forum Terbuka, BUMDes Paowan Jelaskan Tata Kelola yang Transparan

Rabu, 15 April 2026 | 23:52:41 WIB

SITUBONDO — Pemerintah Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, menggelar musyawarah terbuka bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Paowan pada Rabu (15/4/2026).

Forum terbuka ini digelar menyusul sorotan publik terhadap penggunaan dana penyertaan modal tahun anggaran 2025 untuk BUMDes Paowan.

Musyawarah dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Camat Panarukan, kepala desa dan perangkatnya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Direktur BUMDes dan anggotanya serta tokoh masyarakat. Kegiatan ini menjadi ruang klarifikasi sekaligus evaluasi bersama atas pengelolaan program BUMDes.

Kepala Desa Paowan, Surya Dharma, menyampaikan bahwa seluruh program BUMDes Paowan, termasuk sektor peternakan dan ketahanan pangan, telah dirancang melalui musyawarah desa dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

“Semua proses sudah melalui forum musyawarah desa. Kami juga terbuka jika ada evaluasi dari pihak mana pun,” ujar Surya.

Menanggapi pemberitaan yang beredar, Surya Dharma mengimbau semua pihak untuk mengedepankan akurasi dan verifikasi dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Harapan kami supaya setiap informasi yang disampaikan sudah melalui proses klarifikasi. Kalau dijual ya dijual, bukan ditulis raib. Semua ada datanya,” ujarnya.

Sementara itu Direktur BUMDes Paowan, Ferdian, menegaskan bahwa selama ini pengelolaan BUMDes telah dijalankan secara terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat melalui forum-forum resmi desa.

“Sejak awal, setiap program kami selalu dimulai dari musyawarah desa, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan yang terdokumentasi. Jadi bukan hanya saat ada isu, transparansi itu memang sudah menjadi bagian dari sistem kerja kami,” ujar Ferdian.

Ia juga menjelaskan bahwa pengelolaan usaha pembesaran sapi telah melalui tahapan perencanaan yang jelas sejak Musyawarah Desa Khusus (Musdeskhus) pada 22 Agustus 2025, dengan alokasi anggaran Rp55 juta untuk pembelian sapi.

“Kami realisasikan pembelian lima ekor sapi yang masuk kandang pada 4 Oktober 2025. Selain itu, kami juga mengalokasikan biaya operasional, termasuk upah pekerja dan pencari rumput,” ujarnya.

Dalam pengembangannya, BUMDes juga membangun sarana pendukung seperti kandang berbahan galvalum, pemasangan CCTV untuk menunjang keamanan dan sejumlah alat pendukung lainnya.

Terkait penjualan, Ferdian menyebut keputusan diambil melalui rapat pada 6 April 2026. Penjualan dilakukan dalam dua tahap, yakni pada 9 April 2026 sebanyak dua ekor sapi senilai Rp25 juta dan pada 12 April 2026 sebanyak tiga ekor sapi senilai Rp33 juta.

“Total hasil penjualan mencapai Rp58 juta. Ini menunjukkan bahwa usaha tetap berjalan dan perputaran modal bisa dilakukan,” katanya.

Pemerintah desa juga mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Evaluasi berkala, menurut pemerintah desa, akan terus dilakukan guna memastikan pengelolaan BUMDes memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.[]

Terkini