Buka-bukaan soal Maju di Pilgub Jatim, Mas Rio: Saya Enggak Punya Uang

Rabu, 23 September 2026 | 15:55:58 WIB

SITUBONDO – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio buka-bukaan soal dorongan agar dirinya maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2029 mendatang.

Namun, Mas Rio justru mengungkap persoalan paling mendasar yang menurutnya harus disiapkan untuk maju dalam kontestasi politik, yakni modal.

Pernyataan itu disampaikan Mas Rio saat live TikTok pada Rabu (23/9/2026) pagi. “Ramai sekarang yang minta Mas Rio jadi gubernur. Dari Pasuruan, Madura, macam-macam,” kata Mas Rio.

Orang nomor satu di Situbondo itu kemudian terang-terangan mengaku belum memiliki uang untuk membiayai kontestasi Pilgub Jawa Timur.

“Buat Pilkada kemarin sudah habis, kok sekarang disuruh nyalon gubernur. Saya enggak punya uang,” ujarnya.

Mas Rio mengungkap, biaya Pilkada Situbondo sebelumnya tidak hanya ditanggung dirinya. Para kiai, santri hingga relawan disebut ikut bergotong royong membiayai kebutuhan pemenangan.

Ia bahkan menyebut para kiai turut mengeluarkan uang untuk pembentukan tim dan konsumsi. Sementara sejumlah santri dan relawan membuat atribut secara mandiri.

“Kiai-kiai di kampung-kampung, jangankan gitu, santri-santri itu urunan, relawan-relawan tuh urunan, bikin kaos sendiri,” tuturnya.

Menurut Mas Rio, kondisi tersebut membuatnya tidak bisa begitu saja memutuskan untuk maju sebagai calon gubernur. Ia juga mengaku telah menyerahkan perjalanan politiknya kepada para kiai.

“Saya ini sudah masrahkan diri kepada Kiai Kholil,” katanya.

Tak Berharap Uang Pilkada Kembali

Mas Rio juga buka-bukaan mengenai biaya yang telah dikeluarkan dalam Pilkada Situbondo. Ia menegaskan tidak berharap uang tersebut kembali.

“Yang saya keluarkan saya ikhlaskan semuanya. Kembali? Enggak bakal kembali, enggak mungkin kembali,” ujarnya.

Baginya, pengorbanan tersebut memiliki bentuk pengembalian yang berbeda. Bukan berupa uang, melainkan kesempatan menggunakan jabatan untuk membantu masyarakat.

Mas Rio mencontohkan program bedah rumah, membantu warga serta pembangunan jalan di lokasi yang sebelumnya belum mendapatkan pembangunan.

“Semua kan tergantikan dengan batin. Kemarin bisa bantu nolongin banyak orang, bedah rumah, karena jabatan,” katanya.

Ia mengatakan jabatan politik memberinya ruang untuk membuat kebijakan yang menyentuh masyarakat kecil dan warga miskin. Karena itu, Mas Rio menyebut politik dan pemerintahan sebagai jalan pengabdiannya.

“Saya disuruh morok (mengajar ngaji) tak bisa, jadi ustaz tak bisa. Ya cari pahala dengan cara seperti ini sudah,” ucapnya.

Mas Rio kemudian menyampaikan prinsip yang menurutnya menjadi pegangan dalam menjalankan amanah sebagai kepala daerah.

Kennengnga kennenge, lakona lakoni, opana openi. Tempatnya saya ya di sini ini, di politik, pemerintahan. Kerjanya ya melayani masyarakat,” pungkasnya.[]

Terkini